Postingan

ABI. Cinta tanpa tepi, pengorbanan tanpa henti.

"Bi, aku mau cerita dikit ya?" "Iya, gimana?" "Jadi aku selama di Sudan 1 tahun ini sering sungkan untuk minta kiriman. Aku pikir udah cukup dewasa untuk mandiri, sampe mikir apa harus kerja biar ga minta kiriman lagi." "Kamu cerita aja apa yang kamu butuhin. Orangtua itu malah seneng kalau ngirim uang ke anaknya. Kan Abi mau juga dapet pahala jariyah dari menuntut ilmu kamu. Abi berpikir, kamu itu disana udah fokus belajar aja. Kayak Ustadz Abdul Somad sampe S2 terus lanjut S3. Selama Abi masih nanyain kebutuhan, kamu jawab apa adanya. Abi sanggup kalau untuk pendidikan anaknya." Sebuah potongan dari obrolan 30 menit yang cukup panjang. Makasih Bi. Hari ini Abi berhasil memenangkan hatiku, ngebuat aku makin yakin bahwa Abi dan Umi adalah sosok yang paling harus aku perjuangin kebahagiaannya. Makasih Bi. Hari ini Abi berhasil menenangkan gelisah, risau dan banyak perdebatan batinku. Hari ini dan selamanya, Abi jadi teladan nyata. Dengan ...

Nasehat terbaik dari Rofid.

 Ada yang datang dengan pasti, menjemputmu hari ini. Hari ini duka hadir terlalu tiba-tiba. "Balik ke Sudan nggak Fid?" "Ntar liat dulu. Kalau kuliah mulai lagi, insyaallah balik." Fid, hari ini kuliah mulai Fid. Ini hari yang harusnya bawa kamu balik ke Sudan. Hari bahagia kembalinya harapan kita. Mimpi-mimpi kita semua. Berangkat ke halaqoh-halaqoh, mulazamah dengan masyayikh, diskusi lagi untuk ngadain dars, tidur di taman kampus, jalan² ke afra, banyak lagi. Fid. Setelah sekian jam berita wafat kamu, baru di detik ini air mata saya netes. Jatuh perlahan menggenang di kelopak mata. Fid. Fid. Rofiddd!!. Kapan lagi panggilan saya bakal bisa kamu bales? Berkali-kali proses menulis ini harus terjeda, karena tangis tetiba hadir begitu hebatnya. Bersama airmata tanpa hingga, saya teruskan kalimat ini dengan paksa. Fid. Tangis ini belum bisa berenti. Justru makin jadi. Mulut saya tercekat tanpa ucap, hanya ada suara tangis yang membuat seisi rumah meneng...

#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?

Setelah sekian lama ga share apapun di blog. Akhir² ini saya mikir untuk jadiin blog sebagai tempat share sesuatu yang ga saya share di sosmed lainnya. Jadi semacam tempat orang ngeliat sisi lain dari diri saya. Dan saya biarin, cuma orang² yang mau buka blog ini yang tau ceritanya. Dan, kamu adalah salah satunya. Latar belakang. Sejak maret 2020 saya diterima sebagai pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) di Biro Kajian dan Pengembangan Keilmuan dengan tanggung jawab menghandle perpustakaan PPI Sudan. Hari ini untuk kesekian kalinya, saya pergi ke sekretariat PPI Sudan untuk pendataan buku perpustakaan. Dan untuk kesekian kalinya juga, belum ada progres yang banyak. Hari ini saya ngeprint data (dibantu dan diajarin bang arya) untuk nanti disesuaikan sama buku yang ada. Kenapa progressnya ga bagus? Jadi gini kondisinya sekarang. Pertama, buku² di perpus udah disusun sesuai dengan tempatnya masing² dari ulumul quran sampe buku² kecil. Tapi pembagiannya itu sedikit beda...

Sibuk dengan penilaian manusia

Sering terlalu sibuk dengan penilaian manusia. Ngelakuin ini itu, buat ini itu untuk dipuji sama mereka. Ngerasa berhasil ketika dipuji, langsung down kalau dibilang biasa aja. kelihatan bodoh ya, mau-maunya dinilai oleh sesama mahluk. Emang siapa mereka? Apa standar kebenaran muncul dari pikiran mereka? Nggak. Kita ini mulia, tinggi nilainya. Dan karena itu, cuma tuhan penguasa semesta yang layak menilai kita. Cuma aturan-Nya, yang layak jadi standar kita. Lagian, coba kita pikir lagi, siapa yang ngendaliin hati dan pikiran manusia ke kita kalau bukan Allah azza wa jalla?

Kisah unik dari 1 cup Coklat😄

Kali ini saya mau cerita sedikit kejadian yang unik tentang coklat. Pertama-tama, di Sudan beberapa mahasiswa suka beli 1 cup besar coklat yang bisa kita makan pakai roti untuk menghemat pengeluaran, salah satunya saya😄. Minggu lalu saya beli 1 cup besar seberat 1 kilogram. Tanggal 7 Februari di pagi hari saya keluarin coklat itu dari lemari untuk sarapan dengan roti ditemani segelas teh hangat. Selepas itu saya pergi ke kantor Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan untuk ikut sebuah kegiatan. Sampe di PPI Sudan saya inget, "Wah, coklatnya lupa saya taro di lemari." Tapi saya pikir ngga apa-apa juga, toh coklatnya saya simpan dalam plastik. Tanggal 10 Februari saya balik ke kamar. oh iya, saya tinggal di Flat (semacam asrama yang isinya 5 orang mahasiswa) dalam kampus yang merupakan bagian dari beasiswa. Setelah balik kamar, seorang senior yang juga dari indonesia bilang, "Suf, ente lupa nyimpen coklat ya? Kemaren di pake sarapan temen², mereka salah ambil. Kira me...

Gowes di Khartoum, Sudan.

Gambar
Dimulai dengan sarapan capati jam 7 pagi, lanjut kumpul ke masjid atiq untuk persiapan berangkat. Hari ini kami 12 orang bikers indonesia di Sudan berencana untuk gowes bareng ke masjid Majma Nur, masjid dengan arsitektur turki di pusat kota Khartoum, Sudan. Setelah briefing yang disampaikan Bang Panggi sebagai ketua bikers, kami mulai perjalanan pada pukul 08.00 CAT. Kami bentuk satu barisan lurus di sisi kanan jalan, dengan posisi paling depan di isi oleh bang syawal, dan paling akhir oleh Bang Panggi. Saya sendiri ambil urutan keempat dari belakang dengan harapan bisa melihat indahnya barisan sepeda kami. Udara musim dingin dan debu khas timur tengah menemani setiap kayuhan kaki kami dengan syahdunya. Di tengah perjalanan kaki saya sempat kesemutan, untunglah tidak sampai keram. Di perjalanan kami melewati rumah sakit, bandara internasional Sudan dan yang paling keren yaitu jembatan diatas sungai Nil yang besar. Hampir 1 jam perjalanan, kami mulai memasuki pusat kota khartoum ...

الواجبات أكثر من الأوقات

Pernah denger temen kurang lebih bilang gini, "Kita semua itu aneh, dan kita punya kekuatan sendiri-sendiri untuk nahan keanehan kita." Anis matta juga pernah bilang, "Kalau diri kita ga sibuk ke hal-hal besar, maka kita akan disibukkan dengan hal-hal kecil." Lagi mau sedikit obrolin dua hal diatas yang ternyata bener adanya. Pada situasi tertentu dimana lagi ga disibukin dengan hal-hal positif ataupun besar, diri cenderung ngelakuin aktifitas² non positif yang ga jarang munculin sifat aneh dalam diri. Kayak chat ga penting yg kadang salah omong, bales asal story orang, sampe bercanda receh yang kadang berujung kikuk, juga sikap yang bikin orang lain ga nyaman. Jadi inget nasehat Imam Hasan Al banna, "الواجبات أكثر من الأوقات" "Kewajiban lebih banyak dari waktu yang kita punya"