Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Kisah unik dari 1 cup Coklat😄

Kali ini saya mau cerita sedikit kejadian yang unik tentang coklat. Pertama-tama, di Sudan beberapa mahasiswa suka beli 1 cup besar coklat yang bisa kita makan pakai roti untuk menghemat pengeluaran, salah satunya saya😄. Minggu lalu saya beli 1 cup besar seberat 1 kilogram. Tanggal 7 Februari di pagi hari saya keluarin coklat itu dari lemari untuk sarapan dengan roti ditemani segelas teh hangat. Selepas itu saya pergi ke kantor Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan untuk ikut sebuah kegiatan. Sampe di PPI Sudan saya inget, "Wah, coklatnya lupa saya taro di lemari." Tapi saya pikir ngga apa-apa juga, toh coklatnya saya simpan dalam plastik. Tanggal 10 Februari saya balik ke kamar. oh iya, saya tinggal di Flat (semacam asrama yang isinya 5 orang mahasiswa) dalam kampus yang merupakan bagian dari beasiswa. Setelah balik kamar, seorang senior yang juga dari indonesia bilang, "Suf, ente lupa nyimpen coklat ya? Kemaren di pake sarapan temen², mereka salah ambil. Kira me...

Gowes di Khartoum, Sudan.

Gambar
Dimulai dengan sarapan capati jam 7 pagi, lanjut kumpul ke masjid atiq untuk persiapan berangkat. Hari ini kami 12 orang bikers indonesia di Sudan berencana untuk gowes bareng ke masjid Majma Nur, masjid dengan arsitektur turki di pusat kota Khartoum, Sudan. Setelah briefing yang disampaikan Bang Panggi sebagai ketua bikers, kami mulai perjalanan pada pukul 08.00 CAT. Kami bentuk satu barisan lurus di sisi kanan jalan, dengan posisi paling depan di isi oleh bang syawal, dan paling akhir oleh Bang Panggi. Saya sendiri ambil urutan keempat dari belakang dengan harapan bisa melihat indahnya barisan sepeda kami. Udara musim dingin dan debu khas timur tengah menemani setiap kayuhan kaki kami dengan syahdunya. Di tengah perjalanan kaki saya sempat kesemutan, untunglah tidak sampai keram. Di perjalanan kami melewati rumah sakit, bandara internasional Sudan dan yang paling keren yaitu jembatan diatas sungai Nil yang besar. Hampir 1 jam perjalanan, kami mulai memasuki pusat kota khartoum ...