Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

MASALAH ADALAH AJANG UPGRADE DIRI

Akhir-akhir ini saya berpikir kenapa hidup ini selalu ada masalah. Selesai satu masalah, langsung datang beberapa masalah selanjutnya Muncul pertanyaan dalam diri saya. "Kenapa hidup ini tidak Allah buat sederhana saja tanpa masalah?" Dan saya temukan jawabannya di surat Al Insyirah ayat 5 dan 6 فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" Ayat ini membuat saya paham. Bahwa saat ada masalah yang datang, berarti ada potensi baru yang Allah install pada diri saya. Dan untuk mengatasi masalah, Allah sudah siapkan untuk kita يسرا (kemudahan) Jadi, masalah yang ada ternyata tidak lebih hanyalah rangkaian ujicoba atas potensi yang baru Allah install pada diri saya. Tanpa masalah, potensi yang saya punya tidak akan bisa saya sadari keberadaannya Sistemnya begini. Kalau bisa mengatasi masalah, berarti potensi baru saya sudah benar-benar matang, diri saya sudah bisa di upgrade...

Sebelum lupa

19 oktober 2019. Pagi menjelang siang itu saya ikut acara maba sudan. Di tengah acara HP tiba-tiba mati dan ga bisa hidup lagi. Besoknya ke Arabi, semacam pusat HP di sudan. Semua muhandis angkat tangan. Jadilah data ikut hilang bareng HP yang ga mau hidup lagi. Temen saya faris shidiq nyaranin untuk simpen tulisan di blog. Jadi tulisan2 dibawah ini adalah beberapa yang saya ingat. Selamat menikmati😀😊 Sampai kini masih sama. Aku hanya satu diantara, sedang kamu tetap jadi satu-satunya. # Sibuk memilih yang terbaik, hingga lupa harus juga menjadi pilihan terbaik. Karena jodoh selalu begitu. Baik buruknya akan persis dengan diri kita sendiri. # Tidak semua yang kau mau harus jadi takdirmu. Terus lakukan yang terbaik, takdir tak pernah salah tulis walau setitik. # Jadilah orang yang teduh meneduhkan, juga teguh meneguhkan. # Kali ini aku benar-benar sadar pada siapa harusnya bersandar. Bukan pada manusia yang kekuatannya ala kadar. Tapi pada Allah yang kuasaNya maha ak...

Di benerin, bukan malah jadi orang lain.

Jadi setiap kita itu punya karakter masing-masing. Saya ambil contoh antara orang yang bawaannya serius dengan yang bawaannya santai. Paham kan maksud bawaan disini? 😆. Kesan gitu maksudnya hehe.. Saya kasih contoh saya pribadi yak. Karena saya mau sekalian curhat wkwk🤣 Contoh kalau saya pribadi mungkin lebih masuk ke yang serius, sok serius lebih tepatnya ya atau juga dalam beberapa keadaan ada yang bilang saya lebay. Nah karakter khas saya ini punya plus minusnya sendiri. Plusnya mungkin bisa kasih satu dua masukan ke temen-temen yang butuh tempat ngobrol, nyambung untuk bahas hal² berat kayak kondisi politik, ummat dll. Minusnya adalah saya kadang nggak pas dalam nyiptain suasana komunikasi. Ada beberapa momen yang harusnya saya bawa santai aja, ehh malah serius sayanya, bahkan terkesan kaku, mendramatisir gitu dah. Kalau udah gitu otomatis obrolan atau komunikasi jadi kikuk. Hadeh 😌 Beberapa kali karena bawaan saya yg serius atau bisa dibilang kaku ini, saya jadi ngerasa...

Coba lagi, dengan usaha melangit tinggi

Kamu yang pernah rela begadang Kamu yang pernah nahan perut keroncongan Kamu yang pernah berjuang mati-matian Kamu yang biasanya bangun shubuh untuk belajar, dan tidur larut malam untuk terus berjuang. Sekarang termenung dalam kekecewaan. Kamu tak seperti biasanya lagi Berbaring lesu didalam kamar Murung sendiri tak karu-karuan Kamu marah dengan takdir? Atas harapan mu yang tak sesuai kenyataan? Kamu minta yang terbaik, tapi seakan diberi sebaliknya. Bukan begitu, Tuhan tak sejahat pikiranmu. Jangan pikir doa-doa mu selama ini tak didengar. Tuhan hanya kagum dengan perjuangan mu. Ia ingin melihat perjuangan itu lagi, lalu Dia beri takdir terindah padamu nanti. Maka perlihatkanlah padaNya, kau akan mencoba lagi, dengan usaha melangit tinggi. Bersama doa yang lebih sungguh, hingga arsy-Nya bergemuruh. "Kegagalan mu yang berkali-kali, adalah tanda bahwa kamu sudah mencoba berulang kali. Kamu hebat, yakinlah keberhasilan itu semakin dekat."