Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

PERGI DAN KEMBALI

Aku pernah pergi, setelah cinta padamu mematikan hati. Sekarang aku kembali, dengan cinta yang ku bunuh mati. Agar semua seperti dulu lagi. Saling berbaik hati, tanpa rasa tanpa harap. @emyusuflah

Manusia dan takdirnya

Manusia satu dengan yang lainnya saling Allah pertemukan. Ada yang sekedar berpapasan, ada yang hanya berkenalan, ada yang membangun tali ikatan. Baik menjadi teman, sahabat atau pasangan. Setiap pertemuan selalu meninggalkan kesan. Ada yang sekelebat langsung hilang, ada yang membekas jadi kenangan. Dalam pertemuan, ada kebaikan yang harus diingat, ada keburukan yang harus dilupakan, ada kesalahan yang harus dimaafkan. Setelah pertemuan, selalu ada perpisahan. Dan antara pertemuan dan perpisahan, yang berpeluang untuk berlangsung selama-lamanya adalah perpisahan. Maka bersabarlah atas itu semua, sungguh Allah sebaik-baik pembuat cerita. @emyusuflah Saya sudahi, walau banyak hal yang belum bisa saya tuliskan. Si fakir ini terlalu lemah untuk bisa merangkai pikiran menjadi tulisan.

AKU HIDUP LAGI

Hey sini, ku beritahu sesuatu. Ia kembali hadir, benar-benar hadir di waktu akhir. Mendatangiku diujung jalan, menuntunku menyelesaikan perjuangan. Aku tak lagi halu, dan aku sudah tau malu. Aku tak lagi halu Ku perjuangkan semua sampai akhir, kan kuterima seluruh takdir. Aku sudah tau malu Bersyukur atas pemberian Tuhan, berharap lalai ku dimaafkan. Katamu, "jangan menangis" Tapi sayang, ketegaranku sudah habis. @emyusuflah

Mati diujung jalan

Halu dan tak tau malu. Sudah hampir 360 hari mimpi ini ku perjuangkan. ku jalani rintangannya, ku rasai kesakitannya. Aku halu, Merasa semua akan baik-baik saja, bila kegagalan adalah akhirnya. Aku tak tau malu, Berjalan tenang diatas dua kesempatan tanpa kepastian. Halu dan tak tau malu. Asik sendu setelah dibukanya satu pintu. Katamu, "satu langkah lagi" Tapi sayang, jiwaku terasa mati. @emyusuflah

DASAR AKU!

Nikmat dari-Nya tanpa kira, tapi gerak maksiatku tanpa ragu. Nikmat dari-Nya tak terhitung lagi, tapi lalaiku tak kunjung berhenti. Dasar aku, tak tau malu. Disayangi malah mengkhianati.