Sibuk dengan penilaian manusia
Sering terlalu sibuk dengan penilaian manusia. Ngelakuin ini itu, buat ini itu untuk dipuji sama mereka. Ngerasa berhasil ketika dipuji, langsung down kalau dibilang biasa aja.
kelihatan bodoh ya, mau-maunya dinilai oleh sesama mahluk. Emang siapa mereka? Apa standar kebenaran muncul dari pikiran mereka? Nggak. Kita ini mulia, tinggi nilainya. Dan karena itu, cuma tuhan penguasa semesta yang layak menilai kita. Cuma aturan-Nya, yang layak jadi standar kita.
Lagian, coba kita pikir lagi, siapa yang ngendaliin hati dan pikiran manusia ke kita kalau bukan Allah azza wa jalla?
kelihatan bodoh ya, mau-maunya dinilai oleh sesama mahluk. Emang siapa mereka? Apa standar kebenaran muncul dari pikiran mereka? Nggak. Kita ini mulia, tinggi nilainya. Dan karena itu, cuma tuhan penguasa semesta yang layak menilai kita. Cuma aturan-Nya, yang layak jadi standar kita.
Lagian, coba kita pikir lagi, siapa yang ngendaliin hati dan pikiran manusia ke kita kalau bukan Allah azza wa jalla?
Komentar
Posting Komentar