Hari Pertama Evakuasi

 Jam 3 pagi. kami bergerak ke titik kumpul yang sudah ditentukan. masjid assiddiqin, di akaweet 47, seberang kampus. pagi buta. gerbang kampus masih tampak lengang. kami, puluhan orang yang tinggal di asrama markaz kampus IUA bergerak di antara bahagia dan ketegangan.


“Rafi. Hadi. Ansor. Bani. Hardian.” Ketua Syabab Markaz (nama perkumpulan kami di asrama kampus) satu persatu mengabsen. jangan sampai ada satupun yang tertinggal. aku sedang khawatir menunggu hardian yang tak kunjung datang, bertambah khawatir karena namaku tak kunjung disebutkan. “Sudah dicatat di PPI.” kata ketua. okelah. aku lanjutkan perjalanan walau ada sesuatu yang terasa mengganjal. bukan hal sederhana kalau namaku tidak ada. karena nama yang tadi disebutkan adalah daftar penumpang bus untuk evakuasi.


Keluar gerbang kampus rasanya benar-benar menegangkan. karena di jalanan yang gelap, rombongan kami bisa saja disangka satu regu pasukan lawan. alhamdulillah berhasil menyebrang. memasuki area arkaweet, derap langkah kami membangunkan serombongan bapak-bapak Sudan yang tidur di luar rumah. mungkin berjaga.


sampai di masjid assiddiqin, aku menyadari kalau namaku benar-benar tak terdata dimana-mana. artinya, tidak ada kejelasan aku akan naik bus yang mana dalam evakuasi.


didepan baqolah (toko kelontong)  mukhtar kami berdiri. di seberang masjid yang masih tutup. ya, jam 3.30 pagi, dan listrik di arkaweet sedang mati.


lupa bagaimana detailnya. tapi yang jelas di saat subuh aku mendapat harapan. mengisi bangku seorang teman yang terdata di dua bus. satu sebagai anggota, satu sebagai koordinator bus. nibros dengan sangat baik menemani dan amat mengerti kekhawatiranku. diajak bergabung dengan teman rumahnya. “tenang. antum ikut bis ane aja. gantiin akh Mufi atau zalfa.” 

“makan dulu. ini ada makanan sama jajanan.” katanya menawarkan. setelah sholat subuh dan makan makanan dari nibros, kami bergerak kumpul ke bagian dalam masjid As-Shiddiqin yang dengan baik hati dipersilahkan warga Sudan kami jadikan semacam pengungsian. membiarkan kami berkoordinasi dengan pengeras suara, bahkan disediakan makanan di tengah keterbatasan mereka. aku ingat betul wajah bapak-bapak yang sibuk mondar mandir memastikan kami mendapatkan air dingin dan kurma kering. juga warga sekitar yang membuka rumah-rumahnya untuk kami pakai kamar mandi dan tempat wudhunya. 


di masjid disampaikan, siapa yang namanya belum terdata silahkan maju ke depan. aku maju, menyebutkan nama. ternyata kami yang belum terdata dimasukkan dalam daftar bisa paling belakang. oke, wajar. drama selanjutya. sudah lewat 4 jam dari waktu evakuasi yang ditentukan. dari raut yang ceria, berubah jadi tanda tanya. ternyata, bus yang sudah dipesan membatalkan secara sepihak. isunya karena karena mereka mengambil penawaran negara lain dengan bayaran yang lebih mahal. kbri bersama para relawan terlihat sangat terpukul. tapi tanpa banyak kekecewaan, mereka langsung bergerak mencari inisiatif. sampai akhirnya, didapatlah bus baru yang berhasil disewa. tapi jumlahnya cuma bisa mengangkut sebagian warga negara indonesia. momen yang berat. di tengah peperangan, kita sesama wni terpaksa tidak evakuasi bersamaan. harus ada yang belakangan. nama yang dipanggil masuk ke dalam bus duluan. diawali dengan semua perempuan, suami istri, dan laki-laki yang baris namanya ada di urutan awal. di tengah momen itu, ada aja pihak-pihak yang dengan egoisnya menerobos masuk bis padahal namanya tidak ada di daftar awal.


siang itu, setelah dzuhur selesai, kami yang tersisa seperti tidak ada harapan. Pihak KBRI mengabarkan uang yang dipegang habis. harus menunggu 3 hari untuk mengambil uang yang diantar dari perbatasan Saudi-Sudan. listrik masih padam. cuaca makin panas. pupus sudah. harapan evakuasi hari ini yang sejak semalam jadi kabar membahagiakan. ini bukan cuma soal menunggu sebenarnya. tapi masalah nyawa. hidup dan mati. karena hari ini WNI dievakuasi berbarengan  hari terakhir gencatan senjata. artinya, besok perang kembali digelar.


bersambung....


Alumni evakuasi sudan, yuk kumpul di kolom komentar ; )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?

Mental Juara