Khalwa; Pesantren tradisional Sudan yang menakjubkan



Di Sudan, kita akan menemukan banyak pesantren tradisonal yang biasa disebut sebagai Kholwa. Menurut laporan BBC News Arabic, setidaknya ada sekitar 30.000 Kholwa yang tersebar di seluruh Sudan. Di kholwa, menghafal Al-Quran adalah salah satu kegiatan pertama yang dijalankan terutama bagi peserta didik yang baru bergabung. Dan umumnya Kholwa di seluruh Sudan gratis alias tanpa ada pungutan biaya untuk seluruh peserta didiknya.

Bagi mahasiswa indonesia di sudan, kholwa menjadi salah satu pilihan tersendiri ketika masa libur kuliah tiba. Karena di khlowa, mahasiswa indonesia bisa sejenak merehatkan diri dari riuh kehidupan kampus dan organisasi, sekaligus memperbanyak waktu untuk menghafal, tadabbur juga memurojaah hafalan Al-Quran.

Salah satu Kholwa yang biasa didatangi mahasiswa indonesia di sudan adalah Kholwa yang terletak di provinsi Madani, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari ibukota Sudan yakni Khartoum bila menggunakan bus antarkota. Di sana, mahasiswa indonesia diterima dengan baik dan ditempatkan pada asrama khas kholwa yang sederhana. Pada hari pertama kedatangan, biasanya rombongan mahasiswa Indonesia akan dipertemukan dengan Pimpinan Kholwa untuk dijamu dengan makanan khas Sudan, mendaftarkan diri pada selebaran yang disediakan, sekaligus berbincang-bincang termasuk memberi tahu akan berapa lama berada di Kholwa.

Salah satu yang unik dari Kholwa adalah penggunaan papan sebagai media untuk menghafal al-Quran. Pada waktu belajar tiba, para murid akan mengambil papan mereka masing-masing, lalu menulis ayat-ayat yang akan mereka hafal dengan tinta untuk diperlihatkan pada ustadz pembimbing. Jika tulisannya diatas papan sudah benar, mereka bisa langsung menghafal ayat-ayat itu. Dan setelah hafal, mereka akan datang lagi kepada ustadz pembimbing untuk membacakan hafalan. Lalu ayat-ayat di atas papan akan mereka hapus dengan pasir yang diberi sedikit air untuk nantinya ditulis ayat-ayat baru. Begitu seterusnya.

Santri Kholwa sedang menulis ayat AlQur'an

Papan-papan yang digunakan sebagi media menghafal

Di kholwa juga ada beberapa murid tunanetra. Mereka menghafal dengan cara yang mengesankan. Yaitu dengan mendengar bacaan Al-Quran. Ada yang mendengar dari alat pemutar semacam MP3, ada juga yang mendengar langsung dari teman-temannya. Ada juga seorang murid tunanetra yang memiliki cara unik. Ketika semua murid sedang menghafal al-Quran di masjid, murid yang tunanetra ini akan mendatangi satu persatu orang mulai dari shaf depan sampai ke shaf belakang dan meminta untuk dibacakan ayat-ayat yang akan ia hafal. Murid tunanetra ini akan mendengar dengan seksama ketika ayat-ayat itu dibacakan. Dan yang menakjubkan adalah, ia bisa hafal ayat-ayat itu ketika sudah sampai pada orang terakhir yang membacakan di shaf belakang.

Tentang keseharian, keseharian Kholwa sangat berkesan sekaligus mengagetkan bagi siapa yang belum terbiasa. Di pagi yang buta sekitar pukul 3, seluruh murid Kholwa sudah mulai dibangunkan untuk merapat ke masjid. Mereka sholat tahajjud, membaca, murojaah atau mulai menghafal al-Quran sembari menunggu azan shubuh berkumandang. Selepas sholat shubuh berjamaah, kegiatan bersama al-Quran tetap dilanjutkan sampai pukul 6 pagi lalu dilanjutkan dengan sarapan. Saat sarapan para murid akan mengantri untuk mendapat roti dan teh hangat juga beberapa makanan khas Sudan. Setelah itu, istirahat, makan dan menghafal menjadi kegiatan yang bergiliran mengisi keseharian mereka.

Tidak jauh berbeda dengan pesantren tradisional di Indonesia, Khalwa juga menekankan sisi kemandirian bagi para muridnya. Mencuci baju, menjaga kebersihan mulai dari kasur, asrama sampai barang-barang pribadi semua dilakukan secara mandiri oleh para murid Khalwa. Sesekali kita bisa melihat para murid Khalwa membawa ember berisi penuh pakaian dan pergi ke sungai terdekat. Di sana mereka akan mencuci sekaligus mandi sambil bersenang-senang.

Begitulah Khalwa dengan segala keunikannya. Jika teman-teman tertarik untuk pergi langsung ke kholwa, teman-teman bisa datang dengan ditemani mahasiswa indonesia di sudan yang sudah pernah pergi kesana. Cobalah beberapa waktu tinggal disana. Menikmati kehidupan sederhana sambil bercengkrama dengan segala yang ada di kholwa. Semoga ada pelajaran dan hal baik nan berharga yang bisa kalian bawa sebagai oleh-olehnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?

Hari Pertama Evakuasi

Mental Juara