Nasehat terbaik dari Rofid.
Ada yang datang dengan pasti, menjemputmu hari ini.
Hari ini duka hadir terlalu tiba-tiba."Balik ke Sudan nggak Fid?"
"Ntar liat dulu. Kalau kuliah mulai lagi, insyaallah balik."
Fid, hari ini kuliah mulai Fid. Ini hari yang harusnya bawa kamu balik ke Sudan. Hari bahagia kembalinya harapan kita. Mimpi-mimpi kita semua.
Berangkat ke halaqoh-halaqoh, mulazamah dengan masyayikh, diskusi lagi untuk ngadain dars, tidur di taman kampus, jalan² ke afra, banyak lagi.
Fid. Setelah sekian jam berita wafat kamu, baru di detik ini air mata saya netes. Jatuh perlahan menggenang di kelopak mata.
Fid. Fid. Rofiddd!!. Kapan lagi panggilan saya bakal bisa kamu bales?
Berkali-kali proses menulis ini harus terjeda, karena tangis tetiba hadir begitu hebatnya. Bersama airmata tanpa hingga, saya teruskan kalimat ini dengan paksa.
Fid. Tangis ini belum bisa berenti. Justru makin jadi. Mulut saya tercekat tanpa ucap, hanya ada suara tangis yang membuat seisi rumah menengok bingung.
Fid. Nasehat kamu kali ini terlalu tega. Kematian. Hari ini seakan kamu bilang, "Suf, dunia fana, kematian yang nyata".
Tidak tersisa di kepala saya Fid, selain kebaikan kamu yang terukir dengan indahnya. Semoga surga tanpa hisab untuk kamu Fid.
Ketemu lagi nanti kita semua disana.
Sudan,
16.57 CAT,
Ahad, 20 september 2020.
Saya bersyukur selalu bareng rofid di 5 hari akhir dia di Sudan.
BalasHapusApa kenangan temen² dengan Almarhum? Bisa tulis disini.
Saya sangat bahagia bisa kenal beliau yang baik,ramah sampai detik ini pun belum yakin jika di telah tiada
BalasHapusSemoga Allah memberikan syurga buat almarhum
Semoga di kumpulkan di Jannah nya allah SWT
Aamiin
Hapus