#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?
Setelah sekian lama ga share apapun di blog. Akhir² ini saya mikir untuk jadiin blog sebagai tempat share sesuatu yang ga saya share di sosmed lainnya. Jadi semacam tempat orang ngeliat sisi lain dari diri saya. Dan saya biarin, cuma orang² yang mau buka blog ini yang tau ceritanya. Dan, kamu adalah salah satunya.
Latar belakang.
Sejak maret 2020 saya diterima sebagai pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) di Biro Kajian dan Pengembangan Keilmuan dengan tanggung jawab menghandle perpustakaan PPI Sudan.
Hari ini untuk kesekian kalinya, saya pergi ke sekretariat PPI Sudan untuk pendataan buku perpustakaan. Dan untuk kesekian kalinya juga, belum ada progres yang banyak. Hari ini saya ngeprint data (dibantu dan diajarin bang arya) untuk nanti disesuaikan sama buku yang ada.
Kenapa progressnya ga bagus?Jadi gini kondisinya sekarang. Pertama, buku² di perpus udah disusun sesuai dengan tempatnya masing² dari ulumul quran sampe buku² kecil. Tapi pembagiannya itu sedikit beda antara data dan yg di lemari. Kedua, udah ada data yang cukup lengkap dari kepengurusan tahun lalu untuk buku² berbahasa Arab. Ketiga, buku² berbahasa indonesia udah tercatat sebagian. Keempat, ini yang jadi masalah dasarnya. Tugas yang saya kerjain ini berhubungan sama data, sama laptop. Sedangkan saya sendiri ga kenal sama apa² yang ada di laptop. Dari Words, Exel dll itu semua hal baru buat saya.
Dari keadaan yang kurang lebih kayak gitu, timbul beberapa hambatan. Bingung mulai dari yang mana, buku bahasa indonesia sama arab digabung atau nggak, jadwal pergi ke PPI untuk ngedata, juga belum adanya partner yang sama² enjoy antara saya dan dia, juga beberapa hambatan lainnya.
Saya sadar, perpus ini ngga ngambil banyak waktu saya. Cuma, langkah² yang harus saya jalanin untuk tugas ini yang masih belum ada kejelasannya di kepala saya. Ini masalah serius.
Dilain sisi, ada juga peminjaman buku yang harus saya catet keluar masuknya. Ini bukan masalah insyaallah, tapi saya tulis untuk penggambaran lebih detail tentang keadaannya.
Sekarang, dengan posisi rebahan diatas kasur, saya bahkan bingung mau nutup cerita ini dengan kesimpulan kayak apa. Yang saya tau, keadaan ini nguji gimana cara saya ngadepin masalah, nguji sikap saya ngatasin benturan antara keterbatasan dan tanggung jawab yang harus saya kerjain. Dititik ini, saya bingung dan belum ada jawabnya.
Semangat buya
BalasHapus