Kisah unik dari 1 cup Coklat😄

Kali ini saya mau cerita sedikit kejadian yang unik tentang coklat. Pertama-tama, di Sudan beberapa mahasiswa suka beli 1 cup besar coklat yang bisa kita makan pakai roti untuk menghemat pengeluaran, salah satunya saya😄.

Minggu lalu saya beli 1 cup besar seberat 1 kilogram. Tanggal 7 Februari di pagi hari saya keluarin coklat itu dari lemari untuk sarapan dengan roti ditemani segelas teh hangat. Selepas itu saya pergi ke kantor Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan untuk ikut sebuah kegiatan. Sampe di PPI Sudan saya inget, "Wah, coklatnya lupa saya taro di lemari." Tapi saya pikir ngga apa-apa juga, toh coklatnya saya simpan dalam plastik.

Tanggal 10 Februari saya balik ke kamar. oh iya, saya tinggal di Flat (semacam asrama yang isinya 5 orang mahasiswa) dalam kampus yang merupakan bagian dari beasiswa. Setelah balik kamar, seorang senior yang juga dari indonesia bilang, "Suf, ente lupa nyimpen coklat ya? Kemaren di pake sarapan temen², mereka salah ambil. Kira mereka itu coklat ane." Saya cek isi coklatnya dan, tinggal sedikit dong. Dari yang masih 85 persen, jadi 30 persenlah kira². Tapi apa boleh dikata, yang udah terjadi itu pasti ketetapan Allah.Jadi saya ikhlasin aja. Toh cuma coklat juga. Saya jawab dengan sesantai mungkin, "Yoi bang gpp. Sans aja."

Waktu berlalu, dan pagi ini ternyata cerita coklat ini berlanjut. Salah satu temen dari negara Somalia, yang namanya Yusuf juga tiba² nyodorin 1 cup besar coklat sambil bilang,
"هذا لك.  أمس أكلت مرة واحدة اتضح أن تكون حلوة جدا.  أنا لا أحب الحلو.
Ini untuk kamu, kemarin saya makan, ternyata terlalu manis. Saya nggak begitu suka manis."
Dengan muka bingung saya jawab,
"نعم، شكرا جزيلا لك يوسف.  انت لطيف جدا.
Iya, makasih banyak yusuf. Kamu baik sekali."
Sebelum saya ambil, dengan masih ragu saya tanya lagi, "هل هذا حقا يوسف؟. Ini beneran yusuf ?" "نعم" jawab dia dengan yakin.
Langsung kaget dong saya, baru kemaren coklat ga sengaja dipake temen², eh pagi ini Allah ganti kontan. Allah ganti lewat seorang temen dari Somalia 1 cup besar yang isinya masih hampir penuh. Hmm, cuma bisa senyum sendiri.

Sekian aja ceritanya. Di cerita ini bukan coklatnya yang penting hehe, tapi hikmahnya. Apa yang jadi takdirmu, ga akan terlewat. Dan apa yang terlewat berarti bukan takdir kamu. Simpel. Oh iya, Allah bisa kasih apa aja lewat jalan yang ga kita sangka-sangka😉.
من حيث لا تحتسب

*mau upload gambar coklatnya sebagai bukti, tapi isinya lagi jelek ehe.

Jan lupa baca juga kiriman kami lainnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?

Hari Pertama Evakuasi

Mental Juara