Raka dan Lailatul Qadr Buruannya.
Malam itu masjid di pesantren makin ramai, bersamaan dengan datangnya 10 malam terakhir bulan ramadhan. Seluruh santri yang biasanya sudah bergegas tidur sehabis tarawih, kini seperti enggan beranjak dari masjid. Mereka melanjutkan malam dengan membaca AlQur'an, sambil menunggu kantuk datang menyerang. Di shaf belakang, ada ustadz Rama. Salah seorang guru muda di pesantren ini yang suka sekali seni beladiri, membuat film, memanah dan berkuda. Ustadz Rama yang sedang asik membaca Al-Qur'an, menghentikan tilawahnya ketika melihat Raka, salah satu santri halaqohnya di shaf agak depan yang nampak bengong kebingungan. Tanpa lama-lama, ustadz Rama langsung menghampirinya. "Raka" Panggil ustadz Rama pada santrinya itu. "Raka baik-baik aja kan? Dari tadi ustadz liat kamu lebih banyak diem daripada zikir atau baca Qur'an. Apa ada yang lagi kamu pikirin Raka?" Raka sedikit kaget lalu tersadar dari lamunannya. "Eehh ustadz Rama. Ngga ustadz, Raka baik-b...