Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

ABI. Cinta tanpa tepi, pengorbanan tanpa henti.

"Bi, aku mau cerita dikit ya?" "Iya, gimana?" "Jadi aku selama di Sudan 1 tahun ini sering sungkan untuk minta kiriman. Aku pikir udah cukup dewasa untuk mandiri, sampe mikir apa harus kerja biar ga minta kiriman lagi." "Kamu cerita aja apa yang kamu butuhin. Orangtua itu malah seneng kalau ngirim uang ke anaknya. Kan Abi mau juga dapet pahala jariyah dari menuntut ilmu kamu. Abi berpikir, kamu itu disana udah fokus belajar aja. Kayak Ustadz Abdul Somad sampe S2 terus lanjut S3. Selama Abi masih nanyain kebutuhan, kamu jawab apa adanya. Abi sanggup kalau untuk pendidikan anaknya." Sebuah potongan dari obrolan 30 menit yang cukup panjang. Makasih Bi. Hari ini Abi berhasil memenangkan hatiku, ngebuat aku makin yakin bahwa Abi dan Umi adalah sosok yang paling harus aku perjuangin kebahagiaannya. Makasih Bi. Hari ini Abi berhasil menenangkan gelisah, risau dan banyak perdebatan batinku. Hari ini dan selamanya, Abi jadi teladan nyata. Dengan ...

Nasehat terbaik dari Rofid.

 Ada yang datang dengan pasti, menjemputmu hari ini. Hari ini duka hadir terlalu tiba-tiba. "Balik ke Sudan nggak Fid?" "Ntar liat dulu. Kalau kuliah mulai lagi, insyaallah balik." Fid, hari ini kuliah mulai Fid. Ini hari yang harusnya bawa kamu balik ke Sudan. Hari bahagia kembalinya harapan kita. Mimpi-mimpi kita semua. Berangkat ke halaqoh-halaqoh, mulazamah dengan masyayikh, diskusi lagi untuk ngadain dars, tidur di taman kampus, jalan² ke afra, banyak lagi. Fid. Setelah sekian jam berita wafat kamu, baru di detik ini air mata saya netes. Jatuh perlahan menggenang di kelopak mata. Fid. Fid. Rofiddd!!. Kapan lagi panggilan saya bakal bisa kamu bales? Berkali-kali proses menulis ini harus terjeda, karena tangis tetiba hadir begitu hebatnya. Bersama airmata tanpa hingga, saya teruskan kalimat ini dengan paksa. Fid. Tangis ini belum bisa berenti. Justru makin jadi. Mulut saya tercekat tanpa ucap, hanya ada suara tangis yang membuat seisi rumah meneng...

#gasemuatau. Nyerah atau beresin amanah?

Setelah sekian lama ga share apapun di blog. Akhir² ini saya mikir untuk jadiin blog sebagai tempat share sesuatu yang ga saya share di sosmed lainnya. Jadi semacam tempat orang ngeliat sisi lain dari diri saya. Dan saya biarin, cuma orang² yang mau buka blog ini yang tau ceritanya. Dan, kamu adalah salah satunya. Latar belakang. Sejak maret 2020 saya diterima sebagai pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) di Biro Kajian dan Pengembangan Keilmuan dengan tanggung jawab menghandle perpustakaan PPI Sudan. Hari ini untuk kesekian kalinya, saya pergi ke sekretariat PPI Sudan untuk pendataan buku perpustakaan. Dan untuk kesekian kalinya juga, belum ada progres yang banyak. Hari ini saya ngeprint data (dibantu dan diajarin bang arya) untuk nanti disesuaikan sama buku yang ada. Kenapa progressnya ga bagus? Jadi gini kondisinya sekarang. Pertama, buku² di perpus udah disusun sesuai dengan tempatnya masing² dari ulumul quran sampe buku² kecil. Tapi pembagiannya itu sedikit beda...